fotography and I

Awalnya, saya belajar memotret saat awal usia 16 tahun, bermodal nekat, belajar sendiri karena kursus fotografi di Surabaya relatif mahal, jual motor pun dilakukn demi memperoleh kamera  Ricoh KR super II ,lensa 35mm dan 70-200 , dapet lunsuran kamera lama Nikomat FT2 .lensa 50 mm dan 35 mm, tele 200 f 4..cukup berat apalagi saat masih kuliah dobel di UBAYA dan UNAIR, sering dapet job manten, lumayan tiap rol film dapet 25 ribu yang saat itu biaya produksi cuman 20 ribuan…setelah lulus kuliah , saya memberanikan diri melamar jadi dosen D3 pariwisata Unair yang saat itu baru buka jurusan baru dan membutuhkan dosen. Lucunya, saya melamar jadi dosen karena saya pikir D3 Pariwisata punya matakuliah FOTOGRAFI..dan saya SALAh sama sekali…malah pas wawancara saya diberi setumpuk buku buat ngajar langsung..celiangak celinguk kebingungan.

Setelah saya pikir2, sapa tau bisa S2 gratis dan hobi foto jalan terus sambil berwisata:))..akhirnya saya trima tawaran unair.Sejalan dengan waktu, motret manten dan model di Sekolah kepribadian Ratih sanggarwati di Surabaya 2003 saya ganti kamera digital pertama saya Canon 350 D , tahun berjalan ternyata kejenuhan dan hasrat memotret alam tak tertahankan apalagi sejak 1999 sudah keluyuran ke TN merubetiri dan Alas purwo, bali barat, karimun jawa, bromo tengger semeru dan baluran….ditambah kajian  EKOWISATA yang saya tekuni seperti dua sisi yang berdampingan dengan wildlife photo…EKSEKUSI jawabannya..totalitas tekadnya…beragam niat, ide dan alhamdulillah sampai detik ini saya puas dengan perjalanan saya mulai dari nara sumber ekowisata regional maupun nasional  hingga dapat membuat galeri foto di Taman nasional Baluran sekaligus pameran tunggal Surabaya wildlife photo di House of sampoerna, Surabaya.

Sudah bisa dibayangkan bahwa betapa eratnya saya dengan dunia fotografi…dunia alam liar dan biodiversitasnya…betapa besar tekad itu sampai setiap kali bertemu wisatawan asing di kawasan taman nasional di manapun saya selalu bersalaman memberikan kartunama dan berucap..” Hai…My name is Nurdin Razak, ecotourism researcher and wildlife photographer..”

semoga memberikan inspirasi

salam lestari

11 thoughts on “fotography and I”

  1. TERUSKAN PERJUANGANMU,SEBAGAI SESAMA PHOTOGRAPHER SAYA MEMUJIMU…SEBAGAI ORANG TUA,SAYA MEMBANGGAKANMU……..MAJULAH TERUS,LESTARIKAN BUMI INI….

  2. Mas Nurdin, masih ingat saya, sekarang saya menjadi pengajar di salah satu perguruan tinggi pariwisata di jogja. waktu cari2 materi kok nemuin website nya Mas Nurdin. masih ngajar di Unair? Sukses selalu untuk Panjenengan. Salam dari Jogja.

  3. mantap mas..
    jumpa aslinya, kemarin itu sangat memberikan motivasi dalam hati, ternyata fotographi itu bukan hanya sekedar cepret namun juga ada tekhnik dan rule of gamenya, dan itu dia yang bikin beda dan semakin asyik.. salam cepret.. 😀

  4. Saya sebagai mahasiswa D3pariwisata unair angkatan 2014 bapak, sangat bangga sekali melihat perjuangan bapak dan saya sangat terinspirasi dengan kerja keras bapak dan ingin belajar ilmu fotografi dengan bapak. Jika ada kesempatan waktu bisa mohon bimbingannya

Leave a Reply to Adi Poetranto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.