Fenomena si tutul dan taman nasional di Indonesia

Salam lestari

Entah mengapa , sejak jepretan saya 12 februari 2012 lalu terkait macan tutul jawa muda di Taman Nasional Baluran , rasanya (subyektif..) ada sesuatu yang menggelitik di pikiran saya terhadap predator di Baluran baik ajing hutan dan macan tutul.

Entah mengapa pula (sementara ini) sejak itu pula si tutul cenderung mudah di jumpai daripada sebelumnya di jalur Batangan – Bekol., terutama informasi tadi malam (26 Maret 2012) telah terjadi “penampakan” sejak sore menjelang magrib hingga sekitar 21.30 .

Entah mengapa pula banyak pihak yang mulai tertarik mendokumentasikan si tutul…dengan berbagai alas an.

Pertanyaann mendasar adalah, sejauhmana keseriusan taman nasional di Indonesia khsusnya Baluran dalam merespon hal ini?bagaimana kita yang berada diluar system taman nasional memberikan dukungan positif terhadap ekosistem kawasan konservasi?

Coba kembali ke dasar filosofi terbentuknya taman nasional di dunia maupun di Indonesia…saya yakin banyak taman nasional yang “lupa” akan tujuan dan target terbentuknya taman nasional tersebut.Ironinya, sebagian (besar) pula membelanjakan dana pengelolaannya kepada hal yang masih bersifat material dan fisik bukan softskill dan SDM.

Saya tidak perlu berdebat panjang  mengenai hal itu, tapi PERLU di ingat bahwa TAMAN NASIONAL adalah THE LAST FRONTIER dari konservasi yang “hampir” tidak terjamah manusia…

Bagaimana menurut anda?

2 thoughts on “Fenomena si tutul dan taman nasional di Indonesia”

  1. Mungkin yang Mas Nurdin lupa, latar belakang mereka yang ada di dalam sistem pengelolaan Taman Nasional. Apakah mereka serius bekerja karena panggilan hati untuk pelestarian alam, atau hanya demi memperoleh gaji bulanan dan tunjangan semata. Wallahu alam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.