Pengantar Geografi Pariwisata

Apa yang dimaksud dengan waktu senggang, rekreasi dan turisme (baca : wisata), dan bagaimana ketiganya berkaitan?. Waktu senggang merupakan suatu ukuran yang biasanya diperoleh diluar waktu kerja, tidur, dan aktivitas rumah lainnya, dengan kata lain merupakan waktu bebas yang digunakan sesukanya, tetapi di sisi lain, tidak semua waktu bebas disebut waktu senggang, contohnya: seseorang yang tidal memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran yang merasa dirinya “terpaksa” menikmati waktu senggang. Hal ini mengarah kepada kecenderungan bahwa waktu senggang lebih merupakan perilaku pikiran sebagai ukuran waktu.

Rekreasi sebagai kegiatan yang diperoleh dan diusahakan selama waktu senggang; Pada dasarnya, rekreasi bertujuan memberikan relaksasi secara fisik maupun pikiran seseorang dan aktifitas tersebut meliputi misalnya : menonton telivisi atau berlibur

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

Ekoturisme, Sebuah Pengantar

Ekoturisme telah melanda industri pariwisata dan konservasi alam, perlahan tapi pasti telah merubah sebagian perilaku wisatawan dari massal menuju pada grup kecil.

Wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Di Yellow Stone dan Yosemite, Taman Nasional Serengati Afrika, Memotret beruang di Alaska, atau para pendaki di Himalaya, merupakan sebagian bentuk – bentuk aktifitas ekoturisme. Pada abad keduapuluh, merupakan starting point bagi perubahan bentuk wisata ini, Afrika adalah salah satu contoh yang baik dalam mengenalkan ekoturisme.

Wisatawan dapat mengamati hewan-hewan liar dengan tanpa mengganggu keberadaannya, memotret serta mempelajari perilakunya. Kelompok-kelompok kecil wisatawan yang sedang bersafari inilah disebut ekoturisme.

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DI SINI

Dampak Negatif Industri Pariwisata pada Lingkungan Sosial Budaya

Dampak sosial budaya dari pariwisata massal memberikan gambaran tentang pengaruh-pengaruh yang muncul terhadap komunitas “tuan rumah” dalam hal ini masyarakat lokal sekitar daerah wisata, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam berinteraksi dengan wisatawan (nusantara maupun asing), dan interaksinya dengan Industri pariwisata.

Dengan berbagai alasan , masyarakat lokal cenderung menjadi kelompok yang lemah bila berhadapan dengan kepentingan – kepentingan wisatawan, penyelenggara wisata (Biro Perjalanan Wisata, Agen Perjalanan dsb), dan interaksi dua kelompok tersebut relatif sulit untuk diukur dan diidentifikasi karena pengaruhnya tidak selalu nyata. Dampak-dampak tersebut muncul ketika pariwisata mulai mempengaruhi sistem nilai dan perilaku masyarakat lokal, dengan demikian ancaman terhadap keberadaan indentitas asli masyarakat dapat diidentifikasi.

SELNGKAPNYA DOWNLOAD DI SINI