Catatan Kecil dari Diskusi Terbatas Wantimpres 2010

1 Desember 2010 lalu , saya diundang (dari 20 undangan ) oleh Dewan Pertimbangan Presiden bidang Pendidikan dan Kebudayaan , Prof Dr.Meuthia Hatta. Judul diskusi tersebut “Potensi dan Hambatan dalam pembangunan wisata eko budaya”.

Dari sekian materi yang dipaparkan baik dari ASITA (pelaku bisnis wisata), Akademik maupun Kemntrian Pariwisata (diwakili dierktur pengembangan pasar pariwisata), saya melihat banyak hal yang ternyata masih membuktikan (sekali lagi) bahwa mulai dari kementrian hingga pelaku bisnis pariwisata) masih melihat industri pariwisata sebagai UANG CEPAT dan TIDAK BERKELANJUTAN…konyolnya visi dan misi kemntrian pun masih tergolong tidak jelas , bisa bayangkan apa yang terjadi di level propinsi maupun kabupaten.

Contoh

  1. Bagaimana kebanyakan dinas pariwisata propinsi belum memahami konsep “Eko” dalam industri pariwisata yang telah ada sejak tahun 80an?
  2. Bagaimana kebijakan lokal (perda) tidak mendukung responsible tourism salah satunya selalu memberikan kemudahan dalam AMDAL hotel? silahkan lihat Pantai Kuta dan sekitarnya sekarang…
  3. Ego sektoral dari Kementrian Pariwisata, Kemnetrian Kehutanan dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang masih kental dalam menangani pariwisata yang maunya “eco friendly”…tidaklah mungkin
  4. Bagaimana dengan Badan nasional Sertifikasi Profesi yang seharusnya melindungi kepentingan jutaan lulusan SMK dan Sekolah tinggi pariwisata dalam bersaing dengan pekerja asing yang sudah mulai masuk ke Indonesia awal 2010 lalu?

 

Banyak hal yang masih menjadi pertanyaan dalam pikiran saya, kita cenderung berpikir POTENSI dan Selalu POTENSI yang ada di Indonesia…jarang kita melihat THREAT dari kerangka SWOT yang kita kenal…harusnya TOWS bukan SWOT…

Jujur aja, saya berharap banyak terhadap proses diskusi saat itu mengingat kapabilitas dan kredibilitas penyelenggaranya… Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.